Belajar tidak melulu harus di dalam ruang kelas yang dibatasi oleh empat dinding. Terkadang, pelajaran paling berharga justru didapatkan ketika kita melangkah keluar dan menyentuh langsung peninggalan masa lalu. Hal inilah yang mendasari diadakannya agenda Kunjungan Edukatif MA Al-Mahrusiyah Lirboyo Kota Kediri ke Candi Tegowangi pada tahun 2026 ini.
Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan sebuah ekspedisi sejarah yang dirancang khusus untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap kekayaan budaya nusantara, khususnya peninggalan Kerajaan Majapahit.
Menggali Makna dari Bebatuan Candi
Setibanya di lokasi Candi Tegowangi, antusiasme para siswa langsung terasa. Udara segar dan suasana asri di sekitar kawasan candi seolah menyambut kedatangan rombongan. Dipandu oleh bapak dan ibu guru pendamping, para siswa diajak untuk mengamati lebih dekat struktur arsitektur candi yang terbuat dari batu andesit tersebut.
Candi Tegowangi menyimpan cerita panjang mengenai sejarah penyucian diri (ruwatan) dalam tradisi Hindu beraliran Siwa. Melalui pengamatan langsung, siswa-siswi diajak untuk:
- Mempelajari Relief Sudamala: Mengamati ukiran relief di kaki candi yang menceritakan kisah Sudamala, sebuah cerita epik tentang penyucian Dewi Durga.
- Mengenal Arsitektur Klasik: Memahami struktur candi yang menghadap ke barat, yang merupakan ciri khas candi-candi di wilayah Jawa Timur.
- Menghargai Warisan Budaya: Menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab untuk ikut melestarikan situs-situs bersejarah yang ada di sekitar mereka.
Belajar Sambil Berekreasi
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif berdiskusi, mencatat informasi penting, dan tentu saja mengabadikan momen berharga ini. Kegiatan diselingi dengan sesi tanya jawab interaktif yang membuat suasana belajar menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Banyak siswa yang mengaku baru pertama kali mengunjungi Candi Tegowangi dan merasa takjub dengan detail ukiran yang masih bertahan meskipun sudah berusia ratusan tahun. Pendekatan belajar langsung di lapangan ini terbukti efektif dalam memecah kejenuhan rutinitas akademis, sekaligus memperkuat daya ingat siswa terhadap materi pelajaran sejarah.
Harapan ke Depan
Kunjungan Edukatif tahun 2026 ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan oleh MA Al-Mahrusiyah Lirboyo. Dengan mengenal sejarah secara langsung, diharapkan generasi muda tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat dan kebijaksanaan dalam memaknai perjalanan panjang bangsa ini.
Sampai jumpa di perjalanan edukatif MA Al-Mahrusiyah selanjutnya!



































































