Kediri, 19 Agustus 2025 – MA Al-Mahrusiyah Lirboyo Kota Kediri menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (Mengajar dengan Cinta, Belajar dengan Makna) yang berlangsung selama sebelas hari, mulai 9 hingga 19 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi profesional pendidik sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Pelaksanaan In House Training menjadi momentum penting bagi madrasah dalam mempersiapkan sumber daya pendidik yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan. Melalui kegiatan ini, para guru dibekali pemahaman mengenai konsep Deep Learning dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang menekankan pembelajaran mendalam, bermakna, reflektif, serta mampu membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif pada peserta didik.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan penguatan mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang mengusung semangat “Mengajar dengan Cinta, Belajar dengan Makna.” Pendekatan ini menempatkan nilai-nilai kasih sayang, empati, penghormatan terhadap keberagaman, serta pembentukan karakter sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing, teladan, dan inspirator yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta menyenangkan bagi setiap peserta didik.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi yang meliputi pemaparan materi, diskusi kelompok, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, presentasi hasil kerja, serta refleksi bersama. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar para guru mampu mengimplementasikan pembelajaran yang lebih kontekstual, inovatif, aktif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik sesuai dengan perkembangan zaman.
Melalui pendekatan Deep Learning, guru didorong untuk merancang proses pembelajaran yang tidak sekadar berorientasi pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga pada pemahaman konsep secara mendalam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu memperkuat hubungan positif antara guru dan peserta didik sehingga tercipta budaya belajar yang penuh kepedulian, penghargaan, serta semangat untuk terus berkembang bersama.
Kegiatan In House Training ini juga menjadi wadah kolaborasi antarguru dalam berbagi pengalaman, praktik baik, dan strategi pembelajaran yang inovatif. Dengan semangat kebersamaan, para pendidik saling memberikan masukan dan inspirasi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
Kepala MA Al-Mahrusiyah Lirboyo Kota Kediri menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan madrasah. Guru yang terus belajar dan mengembangkan diri akan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih berkualitas sehingga dapat menghasilkan lulusan yang unggul dalam prestasi, berakhlakul karimah, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan berakhirnya kegiatan In House Training pada 19 Agustus 2025, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan hasil pelatihan ke dalam proses pembelajaran di kelas secara nyata. Semangat Mengajar dengan Cinta, Belajar dengan Makna diharapkan menjadi budaya yang terus tumbuh di lingkungan MA Al-Mahrusiyah Lirboyo Kota Kediri, sehingga madrasah semakin mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, religius, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Semoga kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang berkualitas, humanis, inovatif, serta selaras dengan perkembangan kebijakan pendidikan nasional demi mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing.



































































